Jumat, 02 Agustus 2019

Siapa Aku?

Chapter 1
Siapa Aku?

Aku dan diriku bukanya dua yang berbeda, namun sering kali antara aku dan diriku memiliki irisan yang berbeda, jika aku adalah berisi atas keAkuan yang menandakan kebisaan, kemampuan serta ego yang menjadi Tuannya, sedangkan diriku merupakan jiwa titipan yang tidak berdaya, lemah namun kuat diwaktu yang bersamaan. Ia hidup dalam sebuah kegelisahan dengan harapan yang berselimut dengan kecemasan.

Pembukaan yang cukup membingungkan bukan ? semoga kita dipermudah dalam memahami isi dalam tulisan ini. karena harapan saya tidak terlalu besar, saya hanya berharap setidaknya untuk diri saya sendiri, agar lebih bisa mengamati antara keAkuan dan Diriku. Agar bisa kembali kepada sang memilik diriku yang sengguhnya, yaitu Tuhan.

Untuk memahami lebih mudah lagi, sejatinya hidup adalah sebuah perjalanan untuk melepaskan, bukan untuk meriah, mencapai atau menggapai, hidup adalah perjalanan untuk mencapai kepada Tuhan kembali, sejak awal kita tidak membawa apa-apa dan kembali kepadaNya juga tidak membawa apa-apa. Namun KeAkuan pada diri sering menghasut diri untuk terus meraih, lagi dan lagi. Hingga terkadang memakai cara yang tidak berkemanusiaan, melupakan sesama untuk sesuatu yang katanya sangat berarti, namun setelah mendapatkanya, bukannya berhenti seringnya orang akan terus menambah lagi dan lagi. Hingga sedekar saja lupa untuk berhenti sejenak menyadari nafas yang kita hirup dan apa yang sudah kita miliki.
Tidak masalah memang, meraih apapun yang bisa kita raih, dunia ini memang berisi tentang hitungan angka manusia, persaingan angka dan pencapian, namun jangan mudah terlena karena dalam diri kita terdalam jiwa yang selalu menunggu untuk kita ajak merenung sebentar, ia sebuah titipan yang hadir untuk sebuah perjalanan melepaskan, ia sang sabar, menerima dan ikhlas. Ia yang seringnya tertutupi oleh KeAkuan.

Teman, jika kita menengok kembali apa yang terjadi dalam hidup kita, ujian dan cobaan, masalah dan derita, tangis dan kesedihan Tuhan berikan bukan semata-semata untuk membuat kita semakin kuat, namun yang pertama adalah seberapa kita ridho untuk menerima semua itu dalam hidup kita.

To be continue
Next capter . . .

#30DWC
#Jilid19
#Day1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar