Selasa, 13 Agustus 2019

Mencintai yang sesungguhnya

                         Pict by Pinterest

Saat aku tulis kata demi kata tentang cinta. Itu seperti aku sedang menuliskan apa yang hati ini ingin katakan. Dan entah sejak kapan aku menyukai untuk menulis, berbicara serta memikirkannya, tentang cinta.
.
Cinta yang bukan hanya sebatas kata " I Love You", bukan juga sebatas ikatan yang disebut pernikahan dan juga bukan tentang kepemilikan dengan aku yang menjadi milikmu serta kamu milikku.
.
Cinta ini adalah tentang rasa setiap waktu dalam kehidupan, memberikan kehidupan dengan ketulusan serta manisnya dalam perjuangan.
.
Seperti ketulusan tetes air langit yang darinya menumbuhkan benih yang kering kerontang. Ia menumbuhkan biji menjadi tunas pohon yang menghijau. Memberikan kehidupan adalah Cinta.
.
Mencintai adalah memberikan dia ruang untuk tumbuh dan berkembang sepenuhnya. Bukan menarik dirinya dari dunia lalu mengurungnya dalam penjara cinta. Sayangnya sering kita temukan kenyataan yang demikian. Manusia yang katanya mencintai namun ternyata justru membatasi manusia lain untuk tumbuh sepenuhnya. Apakah itu cinta ? Atau rasa kepemilikan ?
.
Meski seperti tanah yang menerima semua tetesan air hujan, seperti itu pula hati sang pencinta. Terbuka dan menerima cinta yang diberikan. Meski tidak semua yang diberikan adalah Cinta terkadang ada luka, kesedihan yang harus diterima tanpa rasa benci dan dendam.
.
Karena setelah hujan usia. Tunas muda akan bermunculan, pohon kering akan menghijau, kering akan hilang. Begitu dengan kita setelah kita mengenal cinta, harapan itu akan selalu ada, luka akan sembuh dan sedih akan sirna.
.
Karena cinta ini adalah cinta kepada sang Maha Cinta. Cinta yang abadi dan tidak tergantikan. Tuhan yang memberikan kita ruang dan waktu untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi sebaik-baiknya Manusia.
.
Seperti bagaimana Tuhan encintai Kekasihnya. Memberikan ia ujian, meski cintaNya sangatlah dalam untuknya. Memberikan kekasihnya menengguk manisnya perjuangan meski dengan hitungan detik semua dalam diselesaikan.
.
Namun Tuhan memberikan kekasihnya sebuah jalan untuk dia tumbuh dan berkembang hingga waktu akan membawa kekasihnya bertemu dengan Tuhan kembali.
.
Sejatinya seperti itu kita dalam Mencintai, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain yang kita sebut kekasih.
.
Untuk mu
Yang dilanda sesak cinta manusia fana. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar