Jumat, 09 Agustus 2019

Berdamai dengan Kenyataan.

Berdamai dengan Kenyataan

Pagi ini, saat sinar matahari mulai bersinar terang, pelan - pelan sinarnya terus bangkit berlahan namun pasti, ia lakukan setiap hari mengikuti titah TuhanNya. Aku yang berdiri memandangnya bersinar mulai merasakan kehangatan, dingin tergantikan oleh kehangatan pagi karena malam yang gelap kita tenggelam oleh sinar matahari di langit yang cerah. Semua berjalan sedemian rupa setiap harinya.


Hari-hari yang berkumpul menjadi catatan bulan dan tahun, dimana setiap harinya memiliki cerita serta tiap detilnya tidak ada yang terlepas dari kehendak Tuhan. Termasuk saat masih bisa ku rasakan sinar pagi ini. Menikmatinya seperti melihat sesuatu yang sangat berharga, seolah aku ingin berkata bahwa pemandangan fajar dan hangat angin membawa sebuah pesan Tuhan kepada setiap makhluk yang Ia ciptakan.

Tuhan Pesan apa yang Engkau sampaikan lewat angin fajar bersama embun yang akan menghilang ? Aku mencoba bertanya kepada hati ku. Bertanya kepada Tuhan dengan ketulusan sembari memejamkan mata dan membiarkan diriku terkena sinar matahari.

Tak ku dapati suara, tak ku dapati suara langkah yang mendekat. Begitupun dengan keberadaan lainnya. Namun hati ku seolah mengerti akan apa yang dia butuhkan.

Biarkanlah diri mu untuk menikmati setiap perasaan, setiap hadiah dari Tuhan. Percayalah. Kepada Tuhan bahwa Ia tidak akan menelantarkan CiptaanNya. Percayalah kepadaNya bahwa dengan cintaNya Tuhan tidak akan membiarkan diri mu kesakitan. Ia hanya memberikan sesuatu untuk membuat diri mu mengenal apa itu Sabar , Ikhlas dan Qonaah.
Percayalah kepadaNya. Hanya kepadaNya
.
Namun sebuah bayangan terlihat, bayangan akan rasa takut kepada kenyataan yang semakin berat untuk ku jalani. Aku merasakan bahwa diri ku akan gagal, terluka dan bahkan akan berakhir tidak berguna. Melihat apa yang saat ini telah aku lalui. Aku takut bahwa aku tidak akan bisa menjadi orang yang dapat dibanggakan, orang yang berguna. Karena aku sangat payah, aku sangat takut.
.
Namun berlahan hati ku mengajak ku untuk tenang, tenang sejenak. Berlahan menikmati setiap hembusan nafas yang perlalu dalam paru-paru ku. Berlahan namun pasti aku merasakan aku bernafas. Ya anugrah Tuhan untuk dapat hidup adalah dengan kita bernafas dan aku merasakannya dengan nyata.
.
Ia berkata, Percayalah kepada Tuhan. Dunia terlihat kejam, kamu payah dan tidak bisa apa-apa. Cobalah melihat dari sisi lain hidup mu. Bukan dengan pandangan ekspektasi penuh dengan kesuksesan dunia. Cobalah lihat hal sederhana yang berarti. Kamu tidak seburuk itu. Tuhan sangat mencintai makhlukNya. Tidak ada sesuatu yang Tuhan ciptakan tanpa tujuan. Hanya Percayalah KepadaNya. Semua akan baik-baik saja. Semua sudah berjalan diatas kehendakNya. Hanya bersabarlah, Ikhlas serta Qonaah yang dipenuhi dengan rasa syukur. Kamu akan temukan nilai hidup yang dekat dengan cintaNya. Pelan-Pelan Percayalah.
Pegang tanganku rasakan hadirku. Nyata dan tak berjarak. Aku adalah dirimu. Selebihnya hiduplah dengan indah dan bahagia.
.
Setiap hembusan nafas itu membawa ku pada pesan akhir yang menyejukkan. Membuatku membuka mata pelan-pelan dan menyadari jika matahari sudah sangat tinggi. Bukan lagi hangat yang aku rasakan namun sengatan panas yang pasti akan merusak kulit ku karena aku tidak menggunakan UV protection. Hehehe
.
Pagi ini menjadi pagi yang akan aku lakukan setiap harinya. Kehidupan penuh dengan tuntutan. Tuntutan kehidupan untuk memenuhi semua yang kita inginkan, terus dan terus, hingga terkadang tanpa sadar hidup kita berlalu tanpa makna dan arti. Semua terukur dengan nominal angka namun sedikit yang kita ukur dengan ketulusan. Dunia telah menciptakan manusia-manusianya yang demikian.
.
Begitupun dengan diri ku. Namun dengan sedikit upaya membuat waktu hanya untuk diri ku sendiri bersama pejaman mata, deru nafas yang terasa, serta pagi yang selalu menawarkan keindahannya. Sedikit demi sedikit hidup bukan hanya soal pencapaian. Namun soal bagaimana kita tetap percaya kepada Tuhan dan bagaimana kita bersyukur atas apapun yang telah Tuhan berikan.
.
Untuk mu
Cinta dan Kasih ku

#izzahjourney
#30dwc2019
#jilid19
#squad7 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar