Kamis, 24 Januari 2019

Mengenali Passion dari Hobi


Hi. . Teman semua
Assalamualaikum

 foto : Pinterest

     Ketemu dengan saya kembali Izzah di House of Izzah Rondiyah, Senang sekali rasanya bisa menyapa kalian kembali, bagaimana hari ini ?, apakah berjalan seperti yang anda rencanakan? Atau ada hal yang terjadi diluar rencana kalian, emmm misal ban bocor atau tiba-tiba eh si mantan like postingan Instagram mungkin hehe, Hidup ini bisa kita analogikan seperti sebuah bawang merah dimana setiap lapisnya menyimpan sebuah rahasia, jika tidak eemmm bisa aja aman atau justru jenuh, apapun itu tetap bersyukur yah. Untuk kali ini izzah akan mengupas tentang Hobi.. apakah kalian memiliki hobi ? lalu apakah hobi itu hanya akan menjadi sebuah hobi atau menjadi Passion kalian ? pelan-pelan yah Izzah akan sharing tentang Hobi yang di sinyalir bisa menjadi Passion.

       Hi, saya Izzah  rondiyah, saat ini saya 22 tahun dan hobi saya Menyanyi, Mendengarkan music, Internetan ( selancar didunia maya), Photography, Membaca, Berbicara dan Menulis. Wah saya memilki banyak hobi ternyata hahaha. Travelling juga termasuk, iya meski lewat Buku atau secara langsung. Hobi adalah kegiatan yang kita lakukan didasari oleh rasa suka, sedangkan Passion adalah pekerjaan atau bekerja  keras pada hal yang disukai, gambarannya adalah bekerja tanpa rasa beban atau tertekan dalam melakukannya, emmm mungkin tiduran juga bisa termasuk hehehe, oh iya kalian pernah mendengar “ Pekerjaan yang paling asyik adalah Hobi yang dibayar “ dan pekerjaan itu berarti adalah Passion kalian. Tertarik untuk mencoba ? contohnya saja;  saya suka menyanyi lantas apakah saya bisa menjadi Penyanyi, saya suka menulis apakah saya harus menjadi penulis, saya suka membaca apakah saya harus menjadi pembaca ? kalian punya hobi menggambar apakah harus menjadi Creator  webtoon atau cartoon mungkin ? hehe



     Guys kalian kelahiran 90an seperti saya, jika ia selamat anda berada di era transisi antara era Tradisional dan Modern. Seperti ini conothnya, Masih banyak kalangan orang tua yang menganggap yang namanya bekerja itu ya menjadi PNS pegawai , Guru, Dokter , Perawat, atau apapun itu yang secara normal dianggap sebagai pekerjaan. Lalu yang namanya menjadi Penulis, Pelukis, Photograper, Penyanyi masih dianggap kurang Greget. Namun ini kembali ke Pola keluarga yang kalian miliki. Beruntunglah jika memiliki keluarga yang open minded, yang mendukung hobi kalian namun juga tetap bersyukur jika memiliki keluarga yang masih mengarahkan kalian ke bidang yang sebenarnya tidak kalian sukai, karena berada pada jalur yang di pilihkan orang tua adalah jalur yang terbaik. Jika kalian bisa melihatnya dalam sisi positive. Hehehe namun pada dasarnya dari semua itu ( pekerjaan) memilki masa trial masing-masing.

     Nah masuk ke hobi izzah, saat ini saya sedang rajin Ngeblog, Menulis Apapun tergantung mood karena House of Izzah rondiyah adalah Personal dan Life Style, jadi ini membuat izzah lebih fleksibel dalam menentukan tema, hanya kedepan seperti tag linenya. Izzah akan menggunakan Web ini sebagai rumah dimana kalian bisa menemukan motivasi, harapan dan juga cinta. Eaaa saya ingin berbagi dalam bentuk yang berbeda saja makanya saya memilih menulis sebagai hobi yang saya sinyalir bisa menjadi Passion saya. Begitupun dengan Menyanyi dan Berbicara. Hanya saja semua membutuhkan masa, “ Thing Take Time”. Lalu apa apa yang harus disiapkan untuk menjadikan hobi sebagai pekerjaan, ya pekerjaan yang dibayar maksudnya hehe

1.  Kenali kelebihan kalian, as soon as Possible. Ah tapi aku bingung aku aja enggak tahu kelebihan aku dimana ? ah aku enggak bisa apa-apa? Nah sering banget nih izzah dengar yang begituan terutama dari temen-temen izzah, Pada dasarnya Allah menciptakan manusia itu pasti dengan kelebihan. Namun kelebihan itu pasti berbeda-beda. Ada yang langsung terlihat ( dunia panggung) ex; Menyanyi, Menari, Berbicara dll atau  ada kelebihan yang bukan pada dunia panggung ex; menganalisa, Meneliti dll Jadi kenali diri kalian dimana letak kelebihan kalian karena kelebihan ini kebayakan berjalan selaras dengan hobi lho.
Santai  yah ini bukan tentang kelebihan berat badan kok hehe

 2. Start Doing, Let’s Begin. Mulai aja dulu apapun itu mulai aja dulu, kalian suka nyanyi mulai aja nyanyi sudah banyak aplikasi Karaoke sekarang, suka meneliti atau menganalisa, mulai aja dulu entah mulai dari kajian pustaka atau realita, suka nulis iya mulai aja dulu nulis. Mau acak-acakan, jelek udah mulai aja. Sambil jalan nanti disempurnain. Dari pada nunggu-nunggu kesempatan, dan menyalahkan nasib kan mending mulai aja. Di tahap ini kalian butuh keberanian dan kalian butuh konsisten sampai Allah bilang “ Dia Layak “  itu akan menjadi waktu milik kalian, Ingat ya enggak ada yang langsung jadi enggak ada yang instant semua butuh Proses Cuy. Ya kali semua langsung jadi, Nabi Muhammad saja perlu bertahun-tahun untuk jadi pemimpin itu juga ditambahi dicaci, di hina, di musuhi. Nah sini baru tulisan enggak ada yang baca aja  mutung, postingan karya photorapy enggak ada yang like mutung. Hahaha Jadi ?  siap tidaknya, besar tekatnya diuji di tahap setelah orang itu memulai.  Wkwkwkw

 3. Find Good Enviretment ( Support ), emang bener semangat terbesar harus datang dari dalam diri, namun ketika kalian bisa menemukan lingkungan yang mendukung kalian, lingkungan belajar yang cocok dan orang-orang yang mensupport, itu bisa menjadi point untuk menunjang hobi kearah yang lebih professional. Awalnya kalian pasti akan melihat sekeliling kalian dalam menemukan lingkungan tsb, namun di era digital tidak melulu harus nyata, dunia digital sudah menyiapkan itu semua,cari aja komunitas menulis, komunitas melukis, photograpy, peneliti dll di Google, Semua ada tinggal bagaimana sikap kita. Karena saya mengalami sendiri. Blogging di sekitar saya masih jarang hampir saya bingung harus belajar dimana ? akhirnya saya ambil kelas online belajar blog bersama The jannah Institute Jember. Jadi gunakan SmartPhone yang kita miliki untuk memulai kebaikan memulai interaksi kepada orang-orang yang memiliki hobi sama. insyaAllah itu membantu banget. Hehe mulai aja like dan comment dipostingan orang lain. Enggak ih SKSA biar hehe toh nanti bisa kenalan. Eaaa misal Wah kak suka sama cerita kaka, wuih cakep, mantul karya photonya. Photo makai camera apa?, wuih bagus photonya, wuih bagus make upnya dsb. Ini izzah banget si tapi wkwkwk tapi itu guna banget. Sekarang aja izzah jadi bisa edit photo-photo ala selebgram dong eaaa

 4. Sebentar ke-4 nyusul kapan-kapan lagi yah. Karena ini sudah 1000 kata. Sedih saya takut kalian bosan hehe

Untuk teman-teman ku yang izzah sayangi. Entah ingin jadi apa kalian, itu bukan menjadi urusan izzah, hanya saja saya ingin mengingatkan untuk menjaani hidup ini dengan rasa syukur, hiduplah dengan penuh rasa cinta, sehingga pekerjaan apapun yang kalian lakukan bisa kalian lakukan dengan rasa bahagia, terlebih itu adalah bidang yang kalian sukai hehe
.
Jadi ingat yah ingat untuk follow blog ini tombolnya ada di pojok kanan eaaaa, eh salah ingat apapun itu memerlukan waktu, memerlukan Proses, Tidak semua doa harus terkabul saat itu juga, karena Allah pasti ingin melihat Ikhtiar Hambanya. Hehe ngomong apa si aku wkwkw

Wassalamualaikum . . . 
Da da. . . 

See you soon
Keep in touch with me via
Instagram : @izzah_rondiyah

With love,

.


39 komentar:

  1. setuju bgt sma yg no 2,
    bnyak orang ngku suka sesuatu tp gak d geluti,
    coba kalo hobi itu kaya qt lg naksir seseorang, pepet terooos sampai dapat
    haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantul, he.em di pepet aja terus. Klo udah suka mah apapun di jabanin. Iya enggak ? Kayak aku suka kamu misal. Eaaa

      Hapus
  2. Hi, Izzah! Salam kenal ya. Rata-rata hobinya sama dengan saya, kecuali berbicara, hahaha... Iyak, saya gak terlalu suka berbicara, lebih suka mendengarkan. Kalo kesukaan saya apa ya, hmm sepertinya dikasih kejutan. Eh gak nyambung ya wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setiap perempuan pasti suka dikasih kejutan. Eaaaa

      Hapus
  3. Hai Izzah..salam kenal ya.. Sama saya juga hobbynya banyaaaak, di antaranya ya nulis ini.. Alhamdulillah bila diseriusi hobby bisa jadi passion yg menghasilkan ya..

    BalasHapus
  4. Iya pasti kerja jadi lebih terasa mudah karena semua berdasarkan passion kak

    BalasHapus
  5. Hobinya Izzah banyak juga ya ternyata dan masih muda bingits. Tapi pas seumurmu, jangankan hobi. Cita-cita aja masih gamang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe karena modal percaya diri aja si mb selebihnya ngikut hehe tapi sekarang mb sudah sukses aja jadi blogger Meski pas usia saya masih bingung hehe

      Hapus
  6. passionku adalah hobbyku sejak kanak-kanak yaitu menulis cerita, awalnya jadi novelis lalu kesini sibuk ngeblog karena ngeblog lebih simpel dan gak menguras waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Novelis wah mantap, pengen belajar buat novel dong mb hehe

      Hapus
  7. Aku suka masak, suka mengajar, suka bikin keterampilan, suka baca, suka nulis. Semua masih kulakukan semua, alhamdulillah. Bahkan jadi profesi, baik utama maupun sampingan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah . . Pasti menyenangkan bisa mengembangkan hobi menjadi profesi 😍

      Hapus
  8. Bener banget, gali hobi itu gak usah susah-susah, jauh-jauh. Lakukan saja apa yg sering dikerjakan, apa yg disuka, nanti juga bakalan tahu bakat dan kemampuannya kayak gimana. Sekarang mah hobi itu klo ditekuni jadi mengasyikkan, apalagi hobi yang dibayar, seperti ngeblog ini ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe iya saya akan banyak belajar pada orang yang sudh menjalani blog, mohon bimbingannya mb

      Hapus
  9. Hobinya mirip hobi anak2ku nih jadi inget anak2 yg jauh di rantau deh jadinya. Beneran yg namanya hobi tu sesuatu yg hrs kita lakukan terus krn memang suka ya..

    BalasHapus
  10. Kalau mata slogan salah satu ecom “mulai aja dul” tapi memang bener ya mba, start doing aja nanti akan mengalir sendiri Insya Allah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sempat kepikir kayak promo si cuma emang pas banget si hehee

      Hapus
  11. Owalah hobi.. Apa ya?? Sepertinya saya lebih ke gemaran ya mba jadinya seperti nonton, baca buku dan main sosmed ehh

    BalasHapus
  12. Saya sering mengingatkan anak untuk mencari passion. Saya akan dukung selama itu positif. Menurut saya memiliki passion itu penting karena jadi lebih tau mau ke mana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggeh bu bener, anak muda sekarang sainganya semakin berat huhu klo ndak miliki passion bakal mudah tereleminasi

      Hapus
  13. no. 2 paling mantul mba, gimana bisa menggali kalau tak memulai, karena biarpun niat sudah segunung tapi belum memulai sama aja zonk yah mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enggeh mb bener, banyak rencana tanpa eksekusi juga bohong hehhee

      Hapus
  14. Hai Izza salam kenal yah, kamu seumuran dengan putra keempatku hehehe
    Mama Izza mungkin tuaan saya. Eh tidak semua orangtua punya pandangan jadul gitu, anaknya harus jadi pns lah, buktinya saya tidak hihihi... santai dan bahagia yah, semoga cita-citanya tercapai.

    BalasHapus
  15. Izzaaaah, semangat terus yaa kembangkan passionnya. Semoga istiqomah dan makin bersinar di masa depan :D

    Salam kenal

    BalasHapus
  16. Terus semangat mba ya untuk nulisnya semoga Makin bnyk yg terisnpirasi,

    BalasHapus
  17. Haii Izzah, salam kenal lagiii yaa

    Nah itu setuju bahwa jadikan hobi sebagai pekerjaan kita. Makanya aku membebaskan anak-anak memilih sekolah dan kamoka sesuai passion masing-masing. Semoga apapun yang dijalani Izzah saat ini, makin sukses yaa dan berkah selalu

    BalasHapus
  18. Masih muda sekali y dek
    Jd inget dulu pas nikah usia 21 berarti emang masih imut2 yak wkk
    Selalu suka semangatny dek izzah yg sangat hobi belajar
    Moga2 semangat mudany nular ke semuanya y
    Sukses terus y dekk

    BalasHapus
  19. Hola Izzah...
    Keren banget siih.. kamu.
    MashaAllah~

    Masih muda, pinter nulis dan sangat humble.

    Semoga makin banyak karyanya yaa..
    Laaf~

    BalasHapus
  20. Mulai aja dulu, Betl mbak akdanga apa yang aku rencanakan tidak sesuai dengan passionku malah aku ngeblog sama bisnis mbak dulu pengen jadi perawat

    BalasHapus
  21. Bener banget, salah satu cara mengenali passion adalah dilihat dari hobi. Kayak aku sekarang ke anak-anakku. Aku lihat 4 anak hobinya beda2. Sudah pasti nanti passionnya juga sesuai hobi mereka. Walopun nanti bisa aja sih ya jadi berubah seiring waktu dan pengaruh lingkungan.

    BalasHapus
  22. Wah generasi millenial nih. Enaknya zaman skrng makin banyak ragam pilihan profesi ya mbak. Asal tekun pasti bisa membuktikan bahwa tanpa kerja kantoran bisa menmghasilkan. Yg paling penting ya karyanya bermanfaat buat banyak org yaa :)

    BalasHapus
  23. Betul banget Izzah, jika ingin meluaskan pengetahuan dan berbagi wawasan, misalnya nih dalam hal ngeblog, jangan sungkan-sungkan untuk bergabung dengan komunitas blogging. Bakalan dapat banyak manfaat, banyak dapat ilmu baru yang setiap harinya akan selalu ada. Ngeblog pun juga makin semangat kalau kita merasa punya banyak teman sesama blogger, bisa saling mendukung.

    BalasHapus
  24. wah umur Izzah sekarang itu aku 22 tahun lalu :-D
    bener banget semangat itu harus diawali dari diri sendiri tapi lingkungan punya faktor yang mendukung juga supaya semangat kita tetap terjaga

    BalasHapus
  25. Aku belum bisa mengenali hobiku yang sebenarnya.

    Hmm. Apa yaa.. nyanyi biasa saja. Sosmed walking kayaknya ini ya. Wmwmwm..

    Nunggu yang ke 4 dan seterusnya mba. Biar nyambung nanti bacanya. Hahaha

    BalasHapus
  26. Aku ulang ah komennya pake name dan url. Wwmwmwk.

    Aku belum bisa mengenali hobiku yang sebenarnya.

    Hmm. Apa yaa.. nyanyi biasa saja. Sosmed walking kayaknya ini ya. Wmwmwm..

    Nunggu yang ke 4 dan seterusnya mba. Biar nyambung nanti bacanya. Hahaha

    BalasHapus
  27. Luar biasa semangaatnyaaa ya.. aku juga suka menekuninhobiku. Dan jadi diplomat yang sering tugas ke mana-mana itu juga hobi aku

    BalasHapus
  28. Dari passion dan hobi juga bisa jadi pekerjaan. Di sekolah anak saya juga menerapkan talents mapping supaya harapannya anak nanti bisa bekerja di bidang yang mereka sukai dan kuasai, bukan cuma 'terpaksa' bekerja demi gaji.

    BalasHapus
  29. Semangat terus mba Izzah, aku jadi terpacu nih dan termotivasi hehehee
    untuk nemuin passion emang butuh banget jam terbang tinggi ya mba, alhamdulillah aku nemu passion di dunia nulis berkah rasanya

    BalasHapus