Jumat, 07 September 2018

Memulai Untuk Menikah ?


Menikah muda? Atau menikah mudah? ( Nasehat Memulai keputusan untuk Menikah by Papa )

       Table Conversation, menjadi anak gadis dari sebuah keluarga yang pekerja membuat ku mengerti bahwa makan malam bersama itu bukan hanya sekedar makan malam saja, namun saat itulah kami mulai membangun sebuah rasa rumah bersama, kami menggunakan waktu makan malam sebagai moment quality time bersama keluarga  hingga tak jarang kita membahas semua hal bersama keluarga, orang tua yang sangat humble play like a friend membuat kita bisa saling terbuka satu dengan yang lain, termasuk tentang hubungan dengan teman serta pasangan. 21 tahun itu umurku saat menerima sebuah pandangan baru tentang  sebuah pernikahan.

      Saat itu “ Papa hanya memberikan sudut pandang pilihan dalam memulai menikah, selebihnya terpulang kepada dirimu sendiri, orang tua akan selalu mendukung apa yang anak pilih” he said. Sudut pandang dalam memulai menikah yang saat ini cukup mengubah hidup ku, ah iya ini bukan izzah tidak memiliki prinsip Cuma terkadang semua memang bisa berubah sesuai dengan situasi dan kondisi bukan ? ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…hehe

         Sejak dulu papa selalu memberikan opsi kepada anak-anaknya selebihnya itu kembali ke anak-anak karena ya yang mau menjalani hidup ini adalah anaknya. Termasuk masalah menikah, dari saat aku berpikir untuk menikah muda tapi sekarang rasanya perlu ditunda deh, nah emang nasehat apa sih yang papa kasih sehingga aku merubah pilihan aku, ada 3 pilihan yang papa berikan saat itu, mau tahu here we go

1.  Menikah dan mulai 0 bersama, so sweet banget si mulai semua dari 0 bersama, biasanya mereka yang memilih melakukan menikah di usia muda memiliki pemikiran "ya sudah nikah dulu aja masalah rezeki bisa dicari bersama setelah menikah", nah dari sana biasanya keberanian menikah muda ada, but aku pribadi salut lho kepada pasangan yang menikah muda. Karena menikah adalah bagian penting dalam hidup kita dan tidak bisa main-main dong.

      Opsi pertama ini terdengar so sweet dan romatis, namun here Grils bukannya lebih baik jika kita punya persiapan dulu sebelum menikah, persiapan ini bukan hanya materi saja namun lebih kepada keterampilan hidup kita yang akan kita gunakan setelah menikah. Benar adanya jika rezeki bisa dicari bersama namun soal membekali keterampilan diri menjadi PR masing-masing atau dengan kata kerennya adalah Memantaskan diri. Dan meski kelak berumah tangga menjadi salah satu perempuan yang mandiri juga bagus juga kan? ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…Hehehe






2. Menikah dengan bekal Keterampilan, opsi kedua ini maksudnya adalah kita sudah menyiapkan diri kita baik secara mental dan keterampilan, emm lebih kepada kita bisa apa si ,kemampuan apa yang bisa mensupport kehidupan kita dengan pasangan nanti setelah menikah. Jadi kita sudah merintis sesuatu untuk bisa mensupport kehidupan setelah menikah.

           Kualitas waktu masa muda yang harus kita pikirkan, bagaimana kita menggunakan waktu masa muda tersebut, bagi teman-teman yang sudah memikirkan sebuah pernikahan atau bahkan masa tua pasti mulai dari sekarang sudah mengerti harus bagaimana. Membagi waktu melalui skala prioritasnya apa-apa saja yang memberikan manfaat dan yang tidak, karena “ Berakit-rakit kehulu berenang ketepian” masa mendatang memang tidak bisa kita lihat dari sekarang, namun kadang masa mendatang adalah kumpulan dari masa yang kita bangun dari sekarang.

     3.    Menikah setelah Mapan. Nah siapa ini yang punya pikiran yang satu ini, mapan dan berada akan mempermudah segalanya katanya begitu, semua sudah dipersiapkan secara matang, biasanya mereka yang sudah mapan sebelum menikah adalah mereka yang benar-benar totalitas membangun karir atau bisnisnya sehingga saat waktunya sudah tiba saat semua sudah siap baru mereka akan menikah.
    
             Era Modern seperti sekarang ini yang sudah memebrikan kesempatan yang sama baik laki-laki dan perempuan pada akhirnya membuat orang nyaman berada di moment yang bahagia dengan bekerja dan tidak buru-buru untuk menikah, terkadang juga mereka perpikir menikah hanya akan mengekang karir yang sedang dijalani.

            Dear My Girls, semua kembali ke kita yang mengerti diri kita adalah kita sendiri, dari 3 opsi diatas, aku pribadi memilih yang nomer 2 sehingga disinilah aku sekarang, mencoba menulis dan merintis bisnis ku sejak dini, menunda sejenak pernikahan dan mulai mejadikan bisnis dan menulis sebagai skala prioritas kalian bisa lihat dari jekak langkah ku di Instagram #izzahjourney, itu semua aku lakukan agar memiliki bekal untuk kehidupan setelah menikah kelak, menikah juga bukan hal yang sulit ajak pasangan ke KUA gratis tinggal ijab Qobul ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…hehee namun setelah pernikahan itulah yang perlu kita pikirkan sejak sekarang.

          Perempuan cerdas dan memberikan pengaruh kepada sekeliling adalah konsep perempuan yang dibawa Ibu Kartini, saat ini bukan era lagi dimana perempuan hanya mengurusi urusan domestic saja mengingat bahwa rumah tangga adalah kita membangun sebuah istana berdua bersama patner, patner bersama tidak ada yang lebih tidak ada yang berbeda dalam urusan rumah tangga, karena patner itulah semua bisa dikerjakan bersama.


    Dears My Girls, I wish you have special day and find the right person  to build the empire together 



From your Friend

izzah rondiyah Anuar 





3 komentar:

  1. Zahhhh, nicee. Nyariin videonya, ga jadikah? Btw, bener bgt sekarang perempuan ga cuma urusan domestik yg diurus, tp diunderlined, bahwa itulah yg akan dihisab sbg prioritas utama dan kl kita berpartner membangun apa yg disebut penopang RT lwt jalur rezeki, perempuan diitung sedekah bila membantu keuangan keluarga. Hehe. Proud to be woman!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. We lucky to have chance be woman who actualize as we are. Hehe semoga bisa bermanfaat ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

      Hapus
  2. Aq siap jd saksinya ๐Ÿ˜

    BalasHapus