Selasa, 13 Agustus 2019

Mencintai yang sesungguhnya

Agustus 13, 2019 0
                         Pict by Pinterest

Saat aku tulis kata demi kata tentang cinta. Itu seperti aku sedang menuliskan apa yang hati ini ingin katakan. Dan entah sejak kapan aku menyukai untuk menulis, berbicara serta memikirkannya, tentang cinta.
.
Cinta yang bukan hanya sebatas kata " I Love You", bukan juga sebatas ikatan yang disebut pernikahan dan juga bukan tentang kepemilikan dengan aku yang menjadi milikmu serta kamu milikku.
.
Cinta ini adalah tentang rasa setiap waktu dalam kehidupan, memberikan kehidupan dengan ketulusan serta manisnya dalam perjuangan.
.
Seperti ketulusan tetes air langit yang darinya menumbuhkan benih yang kering kerontang. Ia menumbuhkan biji menjadi tunas pohon yang menghijau. Memberikan kehidupan adalah Cinta.
.
Mencintai adalah memberikan dia ruang untuk tumbuh dan berkembang sepenuhnya. Bukan menarik dirinya dari dunia lalu mengurungnya dalam penjara cinta. Sayangnya sering kita temukan kenyataan yang demikian. Manusia yang katanya mencintai namun ternyata justru membatasi manusia lain untuk tumbuh sepenuhnya. Apakah itu cinta ? Atau rasa kepemilikan ?
.
Meski seperti tanah yang menerima semua tetesan air hujan, seperti itu pula hati sang pencinta. Terbuka dan menerima cinta yang diberikan. Meski tidak semua yang diberikan adalah Cinta terkadang ada luka, kesedihan yang harus diterima tanpa rasa benci dan dendam.
.
Karena setelah hujan usia. Tunas muda akan bermunculan, pohon kering akan menghijau, kering akan hilang. Begitu dengan kita setelah kita mengenal cinta, harapan itu akan selalu ada, luka akan sembuh dan sedih akan sirna.
.
Karena cinta ini adalah cinta kepada sang Maha Cinta. Cinta yang abadi dan tidak tergantikan. Tuhan yang memberikan kita ruang dan waktu untuk terus tumbuh dan berkembang menjadi sebaik-baiknya Manusia.
.
Seperti bagaimana Tuhan encintai Kekasihnya. Memberikan ia ujian, meski cintaNya sangatlah dalam untuknya. Memberikan kekasihnya menengguk manisnya perjuangan meski dengan hitungan detik semua dalam diselesaikan.
.
Namun Tuhan memberikan kekasihnya sebuah jalan untuk dia tumbuh dan berkembang hingga waktu akan membawa kekasihnya bertemu dengan Tuhan kembali.
.
Sejatinya seperti itu kita dalam Mencintai, baik untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain yang kita sebut kekasih.
.
Untuk mu
Yang dilanda sesak cinta manusia fana. 

Minggu, 11 Agustus 2019

Pesan ku untuk masa lalu

Agustus 11, 2019 0
Catatan Untuk Masa lalu 



Pada waktu perubahan musim, semilir angin yang membawa kelembapan air akan berganti dengan angin yang membawa sinar terik matahari, dan berjalan begitu seterusnya. Berlalu seperti tiada makna dan arti didalamnya. Namun pada hakikatnya setiap detiknya mempunyai makna bagi dia yang merasakan hatinya ikut berirama dengan irama alam. Yang hatinya murni seperti embun pagi dan itu adalah Kamu.
.
"hei. . .kau melihatnya ?". Dedaunan yang mulai menguning dan berjatuhan. Pohon itu seperti sudah tidak memiliki harapan lagi untuk bertahan hidup. Ucap ku ketika aku mengamati pohon yang berada di depan kami kala itu.
.
" Itu ?. . . Pohonnya akan tetap bertahan karena selesai semua daun itu berguguran, akan tumbuh tunas muda dengan daun yang hijau dan segar". Ujarnya dengan tatapan yang tidak lepas dari pohon yang kita bincangkan sembari tangan yang menunjuk pada bagian ranting yang sudah nampak tumbuh tunasnya.
.
"ada yang ingin kamu tambahkan ?". . ."Aku tahu bagi mu alam tidak hanya sebatas alam, angin tidak sebatas angin. begitu dengan pohon itu bukanlah sebatas pohon". Tanya ku dengan mata yang mulai merasakan kehadiran diri nya. Dia selalu seperti itu menemukan setiap makna pada apa saja yang ia lihat.
.
" Aku ingin . . . tapi ini bukan tentang pohon itu, ini tentang mu". Sambungnya. Dia tetap tidak terlihat namun kehadirannya seolah nyata dan aku bersiap untuk mendengarkan apa yang akan Ia katakan.
.
Saat Hidup kita terus berjalan. Rentetan demi rentanan peristawa akan membuat sebuah cerita. Mereka terjalin antara satu dengan lainnya. Seperti Masa lalu, masa ini dan masa depan. Aku Ingin kau melihat kembali setiap tumbuhnya tunas dari dahan yang mungkin tidak menyakinkan ia akan bertahan. Itu seperti Aku ingin kamu tetap yakin akan adanya harapan meski saat tertimpa ujian.
.
Daun - Daun menghijau lalu mengkuning dan gugur pada masanya. Jika Daun itu tetap saja menghijau. Maka tidak ada lagi daun baru yang akan tumbuh. Begitupun Hidup kita.
.
Masa lalu, Masa sekarang dan Masa depan memiliki waktunya sendiri. Meski antara kita dan masa lalu tidak bisa terpisahkan, akan tetapi jika kita hidup dengan masa lalu, kita seolah merantainya pada ruang dan masa kita saat ini. Akibatnya kita tidak akan bisa tumbuh sepenuhnya. Karena untuk bisa tumbuh sepenuhnya kita perlu merelakan masa lalu, menerimanya dengan apa adanya dia.
.
Sakit hati mu, Kesepian mu yang membuatmu ingin mengakhiri hidupmu, Kesedihan mu yang masih terpendam, yang tercipta oleh masa lalu mu akan membuat luka yang selalu kau bawa meski saat ini kau bisa tersenyum dan tertawa bersama ku. Namun aku selalu tahu. Kamu tidak sebahagia itu.
.
Terimalah semuanya apa-apa yang terjadi pada masa lalu mu. Lalu bebaskan dirimu dari beban yang kau pikul, untuk hidup mu yang sepenuhnya, sepenuhnya ada di masa sekarang. Dan untuk hidup mu di masa depan.
.
Aku hanya terdiam. Daun yang mengkuning harus digugurkan agar tunas yang baru dapat tumbuh dengan sepenuhnya.
Bagitukah cara Tuhan mengajarkan kita. bahwa ada saat kita merelakan untuk melepaskan bagian terpenting dalam hidup kita. Jika sudah masanya Ia perlu belajar untuk terima melepaskannya. Dan jalani hidup dengan sepenuhnya. Dengan penuh syukur dan bahagia saat ini dan untuk masa depan.
.
untuk mu
Diri yang saat ini masih hidup dalam lara masa lalu. 

Jumat, 09 Agustus 2019

Berdamai dengan Kenyataan.

Agustus 09, 2019 0
Berdamai dengan Kenyataan

Pagi ini, saat sinar matahari mulai bersinar terang, pelan - pelan sinarnya terus bangkit berlahan namun pasti, ia lakukan setiap hari mengikuti titah TuhanNya. Aku yang berdiri memandangnya bersinar mulai merasakan kehangatan, dingin tergantikan oleh kehangatan pagi karena malam yang gelap kita tenggelam oleh sinar matahari di langit yang cerah. Semua berjalan sedemian rupa setiap harinya.


Hari-hari yang berkumpul menjadi catatan bulan dan tahun, dimana setiap harinya memiliki cerita serta tiap detilnya tidak ada yang terlepas dari kehendak Tuhan. Termasuk saat masih bisa ku rasakan sinar pagi ini. Menikmatinya seperti melihat sesuatu yang sangat berharga, seolah aku ingin berkata bahwa pemandangan fajar dan hangat angin membawa sebuah pesan Tuhan kepada setiap makhluk yang Ia ciptakan.

Tuhan Pesan apa yang Engkau sampaikan lewat angin fajar bersama embun yang akan menghilang ? Aku mencoba bertanya kepada hati ku. Bertanya kepada Tuhan dengan ketulusan sembari memejamkan mata dan membiarkan diriku terkena sinar matahari.

Tak ku dapati suara, tak ku dapati suara langkah yang mendekat. Begitupun dengan keberadaan lainnya. Namun hati ku seolah mengerti akan apa yang dia butuhkan.

Biarkanlah diri mu untuk menikmati setiap perasaan, setiap hadiah dari Tuhan. Percayalah. Kepada Tuhan bahwa Ia tidak akan menelantarkan CiptaanNya. Percayalah kepadaNya bahwa dengan cintaNya Tuhan tidak akan membiarkan diri mu kesakitan. Ia hanya memberikan sesuatu untuk membuat diri mu mengenal apa itu Sabar , Ikhlas dan Qonaah.
Percayalah kepadaNya. Hanya kepadaNya
.
Namun sebuah bayangan terlihat, bayangan akan rasa takut kepada kenyataan yang semakin berat untuk ku jalani. Aku merasakan bahwa diri ku akan gagal, terluka dan bahkan akan berakhir tidak berguna. Melihat apa yang saat ini telah aku lalui. Aku takut bahwa aku tidak akan bisa menjadi orang yang dapat dibanggakan, orang yang berguna. Karena aku sangat payah, aku sangat takut.
.
Namun berlahan hati ku mengajak ku untuk tenang, tenang sejenak. Berlahan menikmati setiap hembusan nafas yang perlalu dalam paru-paru ku. Berlahan namun pasti aku merasakan aku bernafas. Ya anugrah Tuhan untuk dapat hidup adalah dengan kita bernafas dan aku merasakannya dengan nyata.
.
Ia berkata, Percayalah kepada Tuhan. Dunia terlihat kejam, kamu payah dan tidak bisa apa-apa. Cobalah melihat dari sisi lain hidup mu. Bukan dengan pandangan ekspektasi penuh dengan kesuksesan dunia. Cobalah lihat hal sederhana yang berarti. Kamu tidak seburuk itu. Tuhan sangat mencintai makhlukNya. Tidak ada sesuatu yang Tuhan ciptakan tanpa tujuan. Hanya Percayalah KepadaNya. Semua akan baik-baik saja. Semua sudah berjalan diatas kehendakNya. Hanya bersabarlah, Ikhlas serta Qonaah yang dipenuhi dengan rasa syukur. Kamu akan temukan nilai hidup yang dekat dengan cintaNya. Pelan-Pelan Percayalah.
Pegang tanganku rasakan hadirku. Nyata dan tak berjarak. Aku adalah dirimu. Selebihnya hiduplah dengan indah dan bahagia.
.
Setiap hembusan nafas itu membawa ku pada pesan akhir yang menyejukkan. Membuatku membuka mata pelan-pelan dan menyadari jika matahari sudah sangat tinggi. Bukan lagi hangat yang aku rasakan namun sengatan panas yang pasti akan merusak kulit ku karena aku tidak menggunakan UV protection. Hehehe
.
Pagi ini menjadi pagi yang akan aku lakukan setiap harinya. Kehidupan penuh dengan tuntutan. Tuntutan kehidupan untuk memenuhi semua yang kita inginkan, terus dan terus, hingga terkadang tanpa sadar hidup kita berlalu tanpa makna dan arti. Semua terukur dengan nominal angka namun sedikit yang kita ukur dengan ketulusan. Dunia telah menciptakan manusia-manusianya yang demikian.
.
Begitupun dengan diri ku. Namun dengan sedikit upaya membuat waktu hanya untuk diri ku sendiri bersama pejaman mata, deru nafas yang terasa, serta pagi yang selalu menawarkan keindahannya. Sedikit demi sedikit hidup bukan hanya soal pencapaian. Namun soal bagaimana kita tetap percaya kepada Tuhan dan bagaimana kita bersyukur atas apapun yang telah Tuhan berikan.
.
Untuk mu
Cinta dan Kasih ku

#izzahjourney
#30dwc2019
#jilid19
#squad7 

Rabu, 07 Agustus 2019

Cerita Bagaimana Izzah Belajar Menerima

Agustus 07, 2019 1

Semoga hari ini kita tetap dalam keadaan baik - baik saja. Dalam artian hati dan tubuh kita.
Cobalah untuk membacanya tanpa rasa menggurui atau bahkan menghakimi saya. Karena saya masih belajar. 😊



Manusia adalah makhluk Tuhan yang memiliki hati dan pikiran karena keduanya manusia diciptakan secara sempurna lebih baik dari makhluk-makhluk lainnya. Ia juga bersamanya juga tumbuh Nafsu dan Nurani. Banyak Hal menarik tentang manusia untuk dikaji, baik secara sosial, keagamaan atau bahkan psikologinya. Semua menawarkan pesonanya masing-masing. Namun Kali ini saya akan sedikit bercerita tentang bagian hati seorang manusia.

Sebagai seorang yang hidup dan menghirup udara di bumi serta menjadi bagian kecil dari dunia ini. Saya juga bagian dari banyaknya manusia yang tinggal dan menikmati setiap proses kehidupan. Awalnya susah, terlebih saat saya menginjak usia kursial yaitu 20.an tahun. Usia dimana saya mulai mempertanyakan, kenapa ibu dan ayah saya bercerai ? Kenapa saya harus tinggal disini bersama nenek kakek sedangkan ibu bersama suaminya di Singapore ? Kenapa saya masih saja merasakan kesepian meski apapun yang saya inginkan dapat saya miliki ? Kenapa saya rasanya ingin Mati Dan meninggalkan dunia ini ? Dan pertanyaan lainnya. Saya pribadi tidak mengerti apakah yang terjadi di usia 20.an akan selalu mengupas pertanyaan-pertanyaan yang jauh lebih sensitive dari pada jajan atau main dimana.

Semua bercampur berkecamuk dalam pikiran saya, saya kelihatan energik, tertawa dan bercerita seperti layaknya orang biasa. Namun setiap orang bahkan tidak mungkin tahu apa yang ada dipikiran saya. Dan sepertinya hal seperti ini wajar bagi semua orang. Mencoba menutupi luka agar semua terlihat baik-baik saja. Menutupi kesedihan agar nampak tegar dan kuat. Dan pada akhirnya saya dapati semua adalah pembohong bagi diri kita sendiri.

Ingin saya katakan, saya lelah dengan segala drama kehidupan yang terjadi pada diri saya.
Tuhan apakah kau mempermainkan hidup ku ? Tuhan kenapa tidak kau cabut saja nyawaku emmm ??
Saya ingin marah, marah pada semua yang sampai pada detik ini berlaku egois terhadap diri saya.
Tapi untuk mengungkapkanya saja saya tidak mampu.
Saya sedih, sedih atas apa yang saya terima dalam hidup ini.
Tapi untuk mencoba semua terlihat baik-baik saja itu bukanlah perkara yang mudah.
.
Namun semua adalah bagian dalam hidup saya. Yang tidak mungkin dapat dipisahkan. Karena saya sadar, saya bukan lah orang yang bisa mengubah garis hidup saya sesuai dengan apa yang menjadi keinginan saya. Akan tetapi setidaknya untuk Kali ini.

Tuhan yang memiliki setiap detik kehidupan atas semua makhluk di dunia.
Tuhan yang memberikan kasihNya kepada seluruh alam.
Saya percaya tidak ada niat buruk dariNya untuk saya. Dari pada niat buruk , Tuhan memberikan hadiah yang sangat luar biasa namun terbungkus dengan cara yang berbeda. Semua yang saya lewati tentunya sangat berat, tetapi dengan semua itu saya dapat berdiri hingga saat ini. Meski saya miliki banyak sekali cacat dalam diri, namun saya tetap akan belajar menerimanya.
.
Saya mengerti bagaimana menjadi anak yang berada ditengah-tengah keluarga yang broken home, semua akan terlihat baik-baik saja. Namun pada satu moment semua menjadi sebuah pertanyaan yang sensitive. Untuk memahami itu semua. Kita memerlukan waktu yang panjang. Sama halnya dengan banyaknya ujian yang Tuhan berikan. Seberat apapun itu, kita hanya belum terbiasa untuk menyelesaikannya. Pelan - pelan bersama waktu yang akan menuntun kita menuju kedewasaan semua akan menjadi lebih baik, bukan ujian Tuhan yang berjuang. Namun kekampuan diri yang terasah membuat kita jauh lebih dapat menerima apapun Hadiah dari Tuhan.
.
Waktu akan menyembuhkan setiap luka karena Tuhan tidak akan melukai ciptaanNya. Dengan kasihNya yang melingkupi semua alam semesta. Kita hanya perlu untuk belajar Menerima.
.
Tentreme manah lan pikiran iku
Nderek seikhlasane meniro deneng Gusti.
Nerima becik lan Olo
Susah lan senenge

1m1c
M32
#30dwc
#jilid19
#squad7 

Sabtu, 03 Agustus 2019

Kehilangan diri

Agustus 03, 2019 0

Chapter 2

Kehilangan diri
Pict from Pinterest

Kehilangan diri sendiri. Depresi adalah sebuah penyakit yang datang dan melenyapkan jiwa seseorang, kita perlu untuk melawannya namun lebih dari melawan, yang saya lakukan waktu itu adalah terus membuat ia menguasi diri saya, sampai saat ini ia kerap datang, perasaan penyesalan karena telah hidup, penyesalan telah lahir dan menjadi seperti sekarang, penyesalan demi penyesalan yang datang membuat saya kerap berpikir untuk mengakhiri hidup saya sendiri. Itu mungkin terlalu berlebihan, bukan saya tidak bercaya Tuhan, justru karena saya percaya saya ingin pulang kembali kepadaNya. Ini adalah kisah perjalanan hidup bagaimana saya melawan Luka.

Masa kecil telah berlalu, masa yang indah tanpa masalah dan semua terasa baik-baik saja, semua indah dan dunia adalah tempat untuk bermain. Dimasa itu tidak saya temukan sebuah renungan akan kehidupan namun semua terasa berbeda saat waktu mengantarkan saya pada masa-masa menuju sebuah pedewasaan. Dunia bukan hanya sebatas dunia untuk bermain, namun dunia telah menunjukkan pesona realitasnya. Tidak bisa mundur atau kembali kepada masa kecil itu kembali. Namun yang bisa kita lakukan adalah tetap melangkah meski itu sebuah langkah kecil, agar bisa menjadi manusia yang tangguh. Tangguh pada arti yang sesungguhnya.
Derita datang kedalam hidup kita, ia adalah sesuatu yang tidak pernah kita inginkan. Siapa yang berkeinginan hidup dalam lingaran masalah yang terus saja membuat luka dalam hati. Setiap manusia pasti mendambakan kehidupan yang semua baik-baik saja. Lancar dan Mudah. Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya. Perasaan yang terlalu mengedepankan keAkuan akan merasakan berat dan sukar dalam meneriam kenyataan yang terjadi. Namun berbeda dengan diri kita yang memahami sejatinya hidup adalah menerima apapun yang Tuhan berikan apapun termasuk suka, duka dan citanya. Namun saya telah kehilangan diri saya sendiri.

Kehilangan diri sendiri karena terlalu banyak kenyataan yang berlahan terungkapkan, dan diri saya terlalu lemah untuk mengartikan semua yang terjadi, saya tidak bisa menerima semuanya. Seperti alasan kenapa orang tua harus bercerai, kenapa saya harus hidup dengan kakek nenek, kenapa saya menikmati hidup seperti ini, kenapa tidak seperti orang lain dan pada akhirnya saya hanya bisa menyalahkan diri sendiri, menyesali kelahiran diri saya sendiri. hingga depresi itu datang dan saya ingin mati dan melupakan semuanya.

Banyak kata yang tertahan mereka hanya menjadi pengisi dalam hati dan pikiran, ia tidak bisa untuk diungkapkan. Entah ia sedang menunggu atau sedang mencoba menghilang secara berlahan. Yang bisa saya pastikan adalah ia adalah suara terdalam dalam hati, menemani dalam kesunyian dan dalam tangis terdalam. “aku ingin ia tahu namun aku hanya terlalu takut pada kenyataan, kenyatan bahwa sampai kapanpun, aku adalah orang yang tidak diharapkan, orang yang hanya membuat susah”. Semua itu selalu terngiang-ngiang dalam diri.  Dan selalu yang menyahutinya adalah “ Aku Lebih baik Mati”. Kehilangan diri sendiri seperti saya telah kehilangan cahaya dalam hidup, kehilangan semangat. Kehilangan kenyakinan bahwa semua akan baik-baik saja, atau bahkan anggapan bahwa saya tidak seburuk yang diri saya katakan sendiri. namun saya tidak dapat melihat dari mana jalan keluar ini akan saya temukan. Saya seolah berada dalam persimpangan pilihan mati atau melanjutkan hidup ini.

Saya ingin kembali pada masa dimana semua baik-baik saja, masa dimana saya tidak begitu perduli atas semua kenyataan hidup. Namun sekali lagi saya tidak pernh bisa, sebanyak apapun tangis dan deru harapan untuk mengubah semua ini terjadi. Namun semua itu tidak akan berhasil.
Dan aku masih bertanya, Tuhan apa yang akan terjadi ? dan Tuhan apa yang harus saya lakukan ? Tuhan apa yang harus saya lalukan ? lagi dan lagi terus. Karena saya mencoba untuk melakukan sesuatu dari pada hanya termenung dan menangisi jalan hidup ini.

To be continue
#30dwc2019
#30dwc
#jilid19
#squad7

Jumat, 02 Agustus 2019

Siapa Aku?

Agustus 02, 2019 0
Chapter 1
Siapa Aku?

Aku dan diriku bukanya dua yang berbeda, namun sering kali antara aku dan diriku memiliki irisan yang berbeda, jika aku adalah berisi atas keAkuan yang menandakan kebisaan, kemampuan serta ego yang menjadi Tuannya, sedangkan diriku merupakan jiwa titipan yang tidak berdaya, lemah namun kuat diwaktu yang bersamaan. Ia hidup dalam sebuah kegelisahan dengan harapan yang berselimut dengan kecemasan.

Pembukaan yang cukup membingungkan bukan ? semoga kita dipermudah dalam memahami isi dalam tulisan ini. karena harapan saya tidak terlalu besar, saya hanya berharap setidaknya untuk diri saya sendiri, agar lebih bisa mengamati antara keAkuan dan Diriku. Agar bisa kembali kepada sang memilik diriku yang sengguhnya, yaitu Tuhan.

Untuk memahami lebih mudah lagi, sejatinya hidup adalah sebuah perjalanan untuk melepaskan, bukan untuk meriah, mencapai atau menggapai, hidup adalah perjalanan untuk mencapai kepada Tuhan kembali, sejak awal kita tidak membawa apa-apa dan kembali kepadaNya juga tidak membawa apa-apa. Namun KeAkuan pada diri sering menghasut diri untuk terus meraih, lagi dan lagi. Hingga terkadang memakai cara yang tidak berkemanusiaan, melupakan sesama untuk sesuatu yang katanya sangat berarti, namun setelah mendapatkanya, bukannya berhenti seringnya orang akan terus menambah lagi dan lagi. Hingga sedekar saja lupa untuk berhenti sejenak menyadari nafas yang kita hirup dan apa yang sudah kita miliki.
Tidak masalah memang, meraih apapun yang bisa kita raih, dunia ini memang berisi tentang hitungan angka manusia, persaingan angka dan pencapian, namun jangan mudah terlena karena dalam diri kita terdalam jiwa yang selalu menunggu untuk kita ajak merenung sebentar, ia sebuah titipan yang hadir untuk sebuah perjalanan melepaskan, ia sang sabar, menerima dan ikhlas. Ia yang seringnya tertutupi oleh KeAkuan.

Teman, jika kita menengok kembali apa yang terjadi dalam hidup kita, ujian dan cobaan, masalah dan derita, tangis dan kesedihan Tuhan berikan bukan semata-semata untuk membuat kita semakin kuat, namun yang pertama adalah seberapa kita ridho untuk menerima semua itu dalam hidup kita.

To be continue
Next capter . . .

#30DWC
#Jilid19
#Day1

Rabu, 17 Juli 2019

Keluarga adalah segalanya

Juli 17, 2019 24
Keluarga adalah Segalanya

Keluarga adalah segalanya. Tidak ada yang dapat membeli atau menggantikan keluarga. Sebuah kelurga terjalin bermula dari sebuah pernikahan laki-laki dan perempuan, menjadi istri dan suami lalu saat mereka menghadirkan seorag anak manusia yang disebut anak maka panggilannya berubah menjadi bapak dan ibu. Keluarga biasanya memiliki bahasanya sendiri dalam berkomunikasi antara anggota keluarga. Maka diperlukan waktu dan proses panjang untuk membangun sebuah ikatan yang istimewa didalamnya. Kenapa saya sebut istimewa karena keluarga adalah sebuah tatanan kecil dalam sebuah lingkungan masyaraat namun memiliki arti yang penting tanpa keluarga masaka masyarakat juga tidak dapat terbangun dengan baik.
Berbicara tentag keluarga, saya pribadi belum menikah dan rasanya akan sangat jauh dari kata pantas untuk berbicara keluarga terlalu detil, namun tetaplah membaca catatan kecil ini, semoga dapat menjadi pengingat kita semua, karena tulisan ini akan berisi tentang keluarga dari sudut pandang anak.

Jika aku bisa . . .
Memilih keluarga seperti apa aku akan dilahirkan
Seperti apa Bapak sebagai sosok laki-laki yang menjadi hero bagi diriku baik didalam rumah ataupun diluar rumah
Seperti apa Ibu yang akan tetap memelukku hangat disaat diriku tidak yakin akan diri ku sendiri.
Andai aku bisa . . .
Namun nyatanya Tuhan tidak memberikan itu semua secara sempurna dimataku, namun setelah aku mengerti Tuhan memberikan yang terbaik untuk setiap manusia, meski saya butuh waktu untuk mengungkapkannya.


Kisahku 23 years I know . .
Lahir dari keluarga broken home tak lantas membuatku menjadi anak yang nakal, saya belum pernah nakal dalam artian nakal-nakalnya anak zaman millenial yang akrab dengan clubbing, drunk, sex ataupun nakroba. Bilang saja saya cukup beruntung karena meski hidup dari kecil tanpa ibu dan bapak, saya masih memiliki nenek dan kakek yang sangat telaten menemani saya pergi mengaji dan sekolah Madrasah hingga masuk pesantren. Kenakalan saya hanya pada Streaming Drama Korea, membaca webtoon, wattpad dan selancar bebas di Intagram. Tidak bermanfaat memang namun setidaknya itu cukup untuk menjadi hiburan disaat sepi mulai melanda.

Keadaan Broken Home atau berpisahnya dua orang yang seharusnya mempunyai arti penting dalam sebuah kelurga mungkin lambat laun akan mudah tertobati bagi kedua belah pihak namun bagi seorang anak itu tidaklah cukup mudah untuk dipahami. Terlebih saat anak sudah memasuki usia 20.an Tahun. Dimana dia akan belajar melihat keadaan dunia sebagai dunia dan masa untuk membangun prinsip hidup atau pandangan hidupnya sendiri, namun dia masih memiliki kekurangan dalam sebuah ruang hatinya yaitu hilangnya makna sebuah keluarga.

Entahlah harus beruntung atau tidak, saya bertemu ibu dan bapak sambung saya saat berusia 10 tahun dan selebihnya hanya dalam hitungan jari kita dapat disebut sebuah keluarga normal yang tinggal dalam satu rumah atau setidakanya menghabiskan waktu bersama, kini hingga usia saya 23 tahun saya masih tidak bisa merasakan arti kelurga. Apa yang saya miliki ? saya tidak memiliki apapun, etika pulang kerumah hanya rumah kosong yang saya jumpai bahkan pada satu titik fase hidup terendah saya, saya berpikir untuk mengakhiri hidup saya saja, tetapi jika saya meninggal adakah orang yang menyadari itu ? ah atau adakah yang akan menangisi saya ?  saya hanya akan menangisi hidup saya sendiri. Hidup yang harusnya digunakan dengan baik namun berkahir dengan putus asa. Akhirnya saya memilih untuk melawan itu semua.

Jika aku bisa memiliki kesempatan, saya akan berkata.
Terimakasih sudah memberikan uang saya setiap bulannya, dengan uang itu saya dapat tumbuh besar dan berdiri hingga saat ini, selebihnya jika Tuhan tidak sangat kasian kepada saya mungkin saya akan tidak akan berada sampai tulisan ini saya buat.
Jika arti menyayangi anak, bertanggung jawab kepada anak adalah dengan memberikan ia uang, maka tidak ada yang jauh lebih baik dari ibu dan bapak.
Saya tidak akan menunut apapun, tidak akan berkata apapun, saya hanya terus berdoa semoga ibu dan bapak sehat dan bahagia.
.
****
Tulisan ini sangat garing karena sudah lama saya tidak menulis. Mungkin juga tidak menyentuh. Namun sebagai catatan seorang anak, tidak ada yang membuat anak itu rapuh selain rapuhnya arti keluarga bagi dirinya, seorang anak akan mampu menghadapi apapun, siapapun didunia ini ketika keluarga yang ia miliki kokoh dan damai. Bukan jusrtu terbailik dia harus memiliki luka yang diberikan oleh keluarganya sendiri, oleh orang-orang yang sangat penting bagi dirinya. Karena Keluarga adalah Segalanya


Selasa, 12 Maret 2019

Blog for Everyone, Belajar Blog untuk Pemula

Maret 12, 2019 0

“Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa, suatu cara untuk menyentuh seseorang yang entah dimana”.  ~ Seno Gumra Ajidarma ~

Kenapa kamu menulis ? kenapa saya menulis ? bagi saya menulis adalah salah satu cara untuk menyampaikan apa-apa yang tidak sempat diucapkan mulut ini kepada orang lain atau untuk menenangkan jiwa yang kegelisahannya tidak bisa diutarakan oleh bahas lisan. Mungkin saja, kenapa tidak bisa ? di Dunia ini apa yang tidak bisa ? hehehe 



Assalamualaium. . . . .
Teman Izzah dimanapun kalian berada, semoga kalian tetap dalam kebaikan, kebaikan yang senantiasa menuntun kalian dalam kebahagian. Setelah menulis kontent tentang kepenulisan, kali ini izzah juga akan menulis dengan tema kepenulisan namun lebih spesifik yakni tentang Manulis Blog untuk Semua orang. Sebelum lebih dalam pembahasan tentang Blog. Mari lebih dulu kita kenali apa itu Blog, Blogging dan Blogger, atau diantara kalian sudah ada yang mengenal 3 istilah tersebut ?

 1. Blog adalah sebuah platform menulis online, biasanya blog bisa menjadi sebuah catatan rekam jejak seseorang. Blog sendiri kepanjangan dari web log, lebih kecil dan independent dari website/ situs. Dan blog memiliki ciri khasnya sendiri yaitu tulisan yang dibuat didalamnya sangat personal bisa dibilang juga blog adalah Diary online atau rumah maya bagi kita. Hehehe 

2. Blogging adalah kegiatan yang kita lakukan di blog yang kita miliki, misal menulis artikel, membaca blog atau commment di kolom Blog orang lain. Semua aktifitas itu disebut blogging.

3. Blogger adalah orang yang melakukan semua aktifitas Blogging, atau blogger adalah orang yang aktif menulis di Blog yang dia miliki bisa disebut Blogger.

Zaman dunia serba online, maka menulis di Blog baik itu hanya kumpulan curahan hati, puisi atau kegiatan yang sudah kita lewati menjadi sangat penting saat ini, selain bisa menjadi arsip diri, Blog jika diseriusin bisa menjadi tempat kita menguatkan personal branding dan bahkan menghasilkan pundi-pundi rupiah. Tapi ingat semua butuh proses yah.

Blog dapat dibuat oleh siapa saja kecuali oleh orang-orang yang tidak mau membuatnya hehehe, bagi setiap orang pasti memiliki cara tersendiri dalam membagikan cerita hidupnya atau cara menyimpan kenangannya. Namun blog bisa sangat berguna bagi mereka yang ingin memiliki jejak maya sebuah karya tulis. Karena banyak juga yang saat ini menulis karya mereka di blog lalu dijadikan buku. Masyarakat indonesia masih mempunyai dogma bahwa penulis adalah mereka yang memiliki buku otentik berbentuk fisik. Untuk itu mulai dari menulis blog siapa tahu punya karya buku ya kan ? hehehe

Sebelum membuat blog, ada hal-hal yang harus kalian siapkan;

1. langkah yang paling utama adalah menyiapkan tema blog atau niche, tema ini bisa disesuaikan dengan hobi yang kalian miliki, misal kalian suka travelling, kalian bisa mengusung tema Travel Blog, berisi tentang cerita destinasi-destinasi yang sudah dikunjungi, tips-tips jalan dll. Atau bisa juga mengusung tema Beuty Blog, Food Blog, Techno Blog atau bahkan Lifestyle ( tema dengan isi campur-campur asalkan memiliki benang merah yang sama). Nah sampai disini apa tema yang akan kalian usung?

2. Perhatikan format penulisannya. Blog karena memang dibuat secara personal maka tulisannya sangat bebas, bahkan terkadang tulisan antara blog satu dengan yang lain akan sangat berbeda, karena seperti manusia memiliki ciri khas sendiri, blog juga sama. Hanya saja dalam penulisannya pada umumnya mengandung ;
-          Pembuka, entah bagaimana cara kalian untuk membuka tulisannya, pada umunya tulisan Blog memiliki Pumbuka yah
-          Link Word menuju inti cerita
-          Inti cerita yang sesuai secara personal
-          Bisa diisi Tips ( Kondisional )
-          Closing atau penutup biasanya biasanya di tutup dengan bahasa yang manis,

 3.  Ide tulisan. Ide sebenarnya bisa dari mana aja, kalian bisa juga tulis tentang review buku atau review make up, bisa juga tentang destinasi travelling yang sudah dikunjungi. Atau bisa juga posting makalah hasil kuliah.  Hal-hal sederhana saja dulu nanti kedepan bisa disesuaikan dengan tema blognya.

selengkapnya kalian bisa dengerin kontent ini di Chanel Youtobe https://www.youtube.com/watch?v=u2gX1cIA_9k

3 hal yang perlu untuk diperhatikan, selebihnya penting banget untuk bergabung bersama komunitas-komunitas blog yang ada di kota mu berada. Agar llmu blognya juga bisa upgrade. Jadi Teman coba tulis aja dulu hal sederhana konsistent pasti kalian dapat pembac setia hehe


Semangat berkarya ya teman
Salam hangat dari saya




Keep in touch with me  via
Instagram : @izzah_rondiyah


Senin, 11 Maret 2019

Hal Yang Harus di hindari saat menulis

Maret 11, 2019 0

Assalamualaikum . . . 

Teman izzah dimanapun berada, bagaimana kabar kalian hari ini ? semoga tetap dalam kebaikan yah. Saat ini izzah akan berbagi tentang kepenulisan yang sudah izzah ikuti bareng kelas 30DWC squad 9 bersama 9 orang lainnya. Kali ini materi yang akan izzah share adalah hasil materi kouf oleh kak Ramlah Jasin yaitu  6 hal yang harus dihindari saat menulis.

Sebelumnya adakah diantara temen-temen yang sedang mulai untuk menulis ?, atau yang bercita-cita menjadi seorang penulis mungkin ? it’s okay to make dream. Namun Dream hanya akan menjadi mimpi jika kita tidak berani mewujudkannya. Mulailah dari hal-hal yang sederhana dulu misal mulai menulis lewat status media social yang kita miliki, agar menulis itu menjadi sebuah kebiasaan atau usahakan untuk menulis minimal sekali sehari bisa juga dengan membuat jadwal khusus kapan waktu dirasa tepat untuk menulis. Oh iya, ingat untuk menghindari 6 hal dibawah ini yah ;


1. Mengedit saat menulis
Kalian pernah merasa menulis menjadi terasa sangat susah, kalimat yang sudah terangkai kalian baca, lalu ah jelek, ah kurang cocok akhirnya delete lagi, buat lagi baca ulang delete lagi, hehee gitu aja terus niscaya itu tidak akan menjadi tulisan hehehe. Cara palig bijak adalah biarkan jari-jemari kalian menulis mengalir hingga tuntas, beri jeda sebentar atau dengan istilah diendapkan sebentar tulisannya, lalu baru kalian baca ulang.
Saat kita sedang menulis kita sedang menggunakan jubah penulis, tugas kita hanya menulis, menulis dan menulis sampai garis finish lalu setelahnya kita kenakan jubah editor kita baca ulang untuk memeriksa hasil tulisan kita.  Jadi hindari menggunakan dua jubah sekaligus saat menulis.

 2. Menilai Kualitas saat menulis
Hal gokil memang saat kalian menulis lalu kalian nilai sendiri tulisan kalian, memang hal ini terkadang diperlukan, namun jika penilaian kita sendiri menghambat kita untuk meningkatkan diri bagaimana?, misal ah tulisan saya itu masih cakar ayam, jelek diksinya, tidak bisa menyentuh dll.  Akibatnya itu akan membuat diri kita sendiri down. Langkah bijaknya tetaplah menulis, lalu mintalah orang lain untuk menilai tulisan kita.
Untuk itu saya ingin sampaikan banyak rasa terimakasih kepada teman-teman saya yang mendadak menjelma menjadi editor tanpa bayaran hehehe. Penting untuk kita memiliki teman yang mendukung impian kita, mintah pendapat mereka terlebih itu berkenaan dengan karya yang akan kalian hasilkan.

 3.Mencari bahan saat menulis.
Pernah merasa ide terasa menguap hilang, inspirasi kering seperti sungai dimusim kemarau? yah izzah pernah merasakan itu. Namun jika menunggu datangnya ide, inspirasi percayalah menunggu itu berat, lebih baik jangan menunggu namun carilah, temukanlah ide, bahan atau inspirasi itu.  Jika kalian ingin menemukan bahan tulisan cara termudah adalah dengan membaca buku dan menceritakan ulang isi buku yang kalian baca. Ini merupakan cara yang selalu berhasil dilakukan untuk para penulis pemula. Sebenarnya cara setiap orang berbeda-beda. Bagi saya setiap pemandangan adalah hikmah, pemandangan alam, manusia dan semua hal selalu bisa memunculkan inspirasi untuk ditulis, mungkin karena izzah yang terlalu sensitive hehehe akan tetapi jika kalian sudah terbiasa dalam menguraikan apa yang kalian lihat, rasa dan dengar menjadi kata-kata itu bisa mempermudah kalian dalam menemukan bahan untuk menulis.

 4. Menunggu mood untuk menulis.
Profesi apapun itu tidak akan bisa diraih tanpa adanya komitment dan konsisten dalam melakukannya.  jika sebagai pemula saja masih malas untuk berkomitment dan konsistent  bagaimana bisa menjadi sampai tingkat ahli. Padahal semua hal ketika dilakukan dengan konsistent no matter what pasti akan berhasil. Sebaliknya apapun yang dilakukan dengan asal-asalan sedikit sekali yang bisa berhasil. Menulis juga demikian. Konsistent adalah salah satu cara yang harus kita lakukan agar kita bisa berhasil. Jadi jangan menunggu mood yang okay baru menulis, hehehe
Akan tetapi biasanya akan sedikit susah untuk menulis saat mood berantakan, untuk itu kenali dulu akar penyebab mood kalian buruk, hindari itu ketika kalian akan mulai menulis, atau sebaliknya temukan faktor-faktor pendukung yang bisa menjaga mood kalian baik, izzah si cukup play lagu exo ada ice coffe bisa menjadi moodboster hehee oh iya Tujuan atau Faktor Why atau alasan yang kuat mampu merobohkan mood buruk itu percayalah saat kalian yakin bahwa saat kalian menulis itu untuk diri kalian sendiri, kalian akan mendahulukan tulisan dari pada hanya masalah mood.

 5.  Bermedia sosial saat menulis
Stay focus adalah hal yang sangat penting, setiap orang pasti memiliki cara sendiri untuk bisa fokus dan kalaian harus tahu bahwa fokus juga salah satu keahlian yang amat penting di era stunami informasi sekarang ini. Jadi please dibiasakan saat kita sedang menulis tinggalkan apapun yang dapat mengganggu konsentrasi kita terlebih itu handphone hehehehe Stay Focus Stay away from Smartphone.

6. Tergoda tema lain saat menulis.
Fiksi atau non-fiksi, tema atau alur dan lain sebagainya, setiap kita menulis pasti kita membuat alur cerita atau plot untuk fiksi dan tema untuk nonfiksi, semua itu harus ada agar tulisan kita terarah, namun terkadang disaat kita tengah menulis muncul deh ide-ide baru, nah itu memang cukup menggoda namun jangan buru-buru ganti, kita harus komitment dengan pilihan-pilihan awal yang sudah ditentukan secara matang, hehe hal baru memang cukup fresh namun kematangan perlu dipertimbangkan.  Untuk itu membuat jadawal tema tulisan juga penting lho hehehe.

Guys itu 6 hal yang harus dihindari saat menulis, kalian jika memiliki hal lain yang perlu untuk ditambahkan bisa comment di bawah ya.  Semoga tulisan ini bermanfaat.

Selamat berkarya . . 
Wassalamualaikum


Keep in touch with me ;
Instagram : @izzah_rondiyah




Minggu, 10 Maret 2019

Cara Mulai Bisnis bagi Pemula

Maret 10, 2019 1

Assalamualaikum . . . 

Welcome back to my Personal Blog House of Izzah Rondiyah. Kali ini izzah akan menulis tentang hal yang berkaitan dengan bisnis, wuih karena lagi buming banget bahas tentang bisnis bagi anak muda. Personally sebagai salah satu orang yang tengah merintis bisnis, I'll said that bisnis jaman sekarang itu gampang banget. Yang berat itu mental pemberaninya, asalkan kalian punya keberanian dan kemauan buat mulai pasti kalian bisa ngelakuinnya.

Hal paling gokil untuk dilakuin ketika mau mulai usaha adalah melakukannya tanpa modal, memang kedengarannya enggak maksud akal tapi nyatanya ini bisa bekerja lho, caranya simple banget cuma sering-sering aja buat upload photo di media sosial yang kalian punya.  Nah lebih jelasnya saya akan ulas caranya :

Salah satu caranya adalah bergabunglah menjadi Dropsiper/Reseller dari salah satu toko onlineshop yang sudah besar atau sudah terkenal, biasanya mereka akan membuka requitment untuk gabung menjadi team marketing toko olshopnya dan setiap satu online shop dengan online shop lainnya memiliki akad yang berbeda. Ada beberapa toko online shop yang bisa saya rekomendasikan seperti Kicik by dwepermata dengan tagline hijab anti tembebnya, emmaqueen Hijab dll.  Onlineshop yang sudah besar biasanya memiliki katalog produk sendiri. Sehingg untuk bergabung menjadi bagain dari merek, tak jarang kalian harus melakukan minimal order atau stock barang. Tapi jangan khawatir karena pembelian minimal order itu sebagai sample atau sebagai pengukur kualitas barang yang akan kalian jual. remember cara paling aman jualan buat pemula adalah jualah barang yang sedang dicari oleh banyak orang. hehe 

Sebenarnya bisnis itu kembali ke personal masing-masing kapan mau mulai, dan bagaimana cara memulainya, hanya saja jika langkah pertama yang akan kalian ambil itu asal-asalan misal jadi dropsiper atau reseller produk yang kalian tidak tahu kualitas barangnya tapi yang penting murah dan asal jual, itu akan membebani kalian dikemudian hari. Jadi sebelum terjun bebas masuk kedunia bisnis langkah baiknya kalian bisa belajar dulu, baca-baca buku tentang bisnis dan kenali barang yang akan kalian jual. Misal mau jual baju berarti kalian harus tahu tentang ukuran-ukuran, warna dan kualiats kain. Jika itu tentang makanan maka pelajari bahan-bahanya, keunggulannya dll.

Jadi bergabung menjadi Dropsiper adalah salah satu langkah mulai bisnis tanpa modal yang besar, selebihnya kalian hanya menjual photo-photo katalog yang ada melalui akun media sosial yang kalian punya, mencatat pesanan, mengirim uang ke toko onlinenya dan barang pesenan akan diurus oleh toko online yang terkait serta dikirim atas nama kalian.  Sangat mudah memang. Untuk itu let’s start it mulai aja dan jangan ditunda-tunda lagi yah hehehe 

Semangat semua . .
Wassalamualaikum

Salam hangat


@izzah_rondiyah

Jumat, 08 Maret 2019

Kata pengantar

Maret 08, 2019 0

Kata pengantar
Coretan Pertama


Aku bukan seseorang yang pandai dalam merangkai kalimat indah, aku juga bukan seorang motivator ataupun orang yang berhak untuk menjadi orang yang akan kalian tiru atau contoh. Jika kalian bertanya lalu untuk apa kamu menulis ? Untuk apa aku menulis, seperti kedalaman laut yang semakin dalam semakin gelap dan sunyi, niat manusia juga tidak akan mudah untuk dikatakan, niat itu ada didalam lubuk hati terdalam, namun terkadang orang mudah dalam menerkanya dari apa-apa yang dilakukan.

Untuk apa menulis, karena aku ingin meninggalkan sebuah warisan yang tak akan hilang ditelan masa, menulis cerita hidup untuk menghargai  proses demi proses yang sudah aku jalani, menulis juga menjadi sebuah obat untuk ku. Dan jika kalian sudah membaca tentang house of Izzah Rondiyah, maka kalian akan menemukan kata "berbagi asa" artinya berbagi harapan ini bukan tentang dari diriku untuk kalian, namun kalian untuk diriku dan untuk kita semua. Karena bagiku setiap manusia adalah sebuah buku dimana menyimpan lembaran-lembaran kisahnya masing-masing.

Saat kalian membaca tulisan ini pun, aku menulisnya dengan kecemasan yang selalu menemaniku, apakah ini layak ?, apakah ini tepat ? Karena aku bukan siapa-siapa. Aku tidak lebih hanya sebuah buku yang berisi coretan berbagi macam warna pena, tidak ada yang spesial didalamnya, namun jika ku ingat kembali maka semua yang tidak terlihat spesial itu mempunyai makna yang sangat berarti bagi diriku sendiri.

Let's welcome to House of Izzah Rondiyah part of Izzah Rondiyah. Ketika kalian membaca isi dari blog personal dan lifestyle ini, ku harapkan kalian bisa menemukan harapan ketika mengalami kesuntukan, kalian bisa menemukan teman yang bisa berbagi beban rasa.

Untuk mu yang masih berjuang dalam langkah-langkah mewujudkan mimpinya, atau untuk mu yang masih menikmati zona nyaman dalam ritme hidupnya. Apapun itu, tetaplah miliki keberanian dan kebaikan dalam hati mu. Karena hidup mu bukan menunggu orang lain untuk memperjuangkannya, ia menunggu mu untuk memperjuangkannya.

With love
@izzah_rondiyah